KAMPUNG BATOK TANJUNGSARI

Kunjungi Uniknya Kampung Bathok

Kerajinan Batok Kelapa “Coco Art”didirikan pada tahun 2009 oleh Bapak Ismarofi dan Bapak Anas, dan saat ini sudah menjadi dua tempat yaitu milik Bapak Ismarofi dan Bapak Anas, dengan bentuk Usaha Dagang (UD). Kerajinan Batok Kelapa “Coco Art” bertempat di Jalan Glagah No. 48 Rt. 02 RW. 09 Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar Jawa Timur.

Sejarah berdirinya bermula dari ngobrol biasa antara Bapak Ismarofi dan Bapak Anas tentang banyak limbah batokkelapa dilingkungan sekitar dan mereka berinisiatif dari limbah tersebut bisa memiliki nilai jual dan dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Seiring berjalannya waktu usaha tersebut berkembang dan dikenal banyak orang yang kemudian menjadi dua tempat milik Bapak Anas dan Bapak Ismarofi. Kerajinan Batok Kelapa “Coco Art” telah mempunyai legalitas usaha sejak tahun 2011 antara lain : SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), dan merek dagang Coco Art.Filosofi pengambilan nama Coco Art untuk nama usahanya yaitu diambil dari bahasa inggris yang berarti Seni Kelapa dengan tujuan agar mudah dimengerti dan diingat bukan hanya oleh orang dalam negri akan tetapi orang luar negri juga.

Kerajinan Batok Kelapa “Coco Art” saat ini memproduksi antara lain kalung, gelang, gantungan kunci, bross, cangkir, 73tas dengan berbagai ukuran, dompet dan tempat lampu. Pangsa pasar penjualan produk Kerajinan Batok Kelapa “Coco Art” sebagian besar yaitu 60% untuk wilayah karisidenan Kediri yang meliputi wilayah Blitar, Kediri, Nganjuk, Trenggalek dan Tulungagung. Sedangkan yang 40% untuk wilayah luar Jawa Timur seperti langganan yang melakukan pemesanan ulang (repeatorder).

 

ZI NAFI’AH - ‎2019


Galeri Kampung Batok Tanjungsari